EPS 1
Bunga yang Bermekaran Saat Berayun
Oleh : Do Jong Hwan
Oleh : Do Jong Hwan
Tak ada bunga
yang mekar tanpa berayun
Bunga tercantik di dunia ini sekalipun,
Semuanya mekar dengan terayun
Dengan terayun,
Mereka dapat tumbuh dengan posisi tegak
Bunga tercantik di dunia ini sekalipun,
Semuanya mekar dengan terayun
Dengan terayun,
Mereka dapat tumbuh dengan posisi tegak
Luka dan Kesedihan juga Dapat Menjadi Sebuah Jalan
Oleh : Lee Chul Hwan
Oleh : Lee Chul Hwan
Aku menyadari ini
setelah sekian lama merasakan luka
Luka itu dapat menjadi sebuah jalan
Tidak ada kehidupan tanpa tiupan angin
Angin harus bertiup,
Agar pohon dapat mengakar dalam pada tanah
Sehingga ia tak akan roboh
Luka itu dapat menjadi sebuah jalan
Tidak ada kehidupan tanpa tiupan angin
Angin harus bertiup,
Agar pohon dapat mengakar dalam pada tanah
Sehingga ia tak akan roboh
Itulah sebabnya,
Mengapa angin mengayunkan pohon
Itulah sebabnya,
Angin mengayunkan kita semua
Luka dapat juga menjadi sebuah jalan
Kesedihan dapat pula menjadi sebuah jalan
Mengapa angin mengayunkan pohon
Itulah sebabnya,
Angin mengayunkan kita semua
Luka dapat juga menjadi sebuah jalan
Kesedihan dapat pula menjadi sebuah jalan
EPS 2
Awal Baru
Oleh : Oh Bo Young
Oleh : Oh Bo Young
Aku telah
menguraikan simpul yang kusut itu
Aku juga membuang tambang yang telah putus
Aku juga membuang tambang yang telah putus
Tanpa ada rasa yang tersisa maupun penyesalan
Aku menegakkan posisiku
Aku melepaskan hubungan yang rumit itu
Dengan perasaan damai dan pikiran penuh percaya diri
Aku menghapus hari kemarin,
Dengan harapan esok yang lebih baik
Setiap Momen Terasa Bagaikan Kuncup Bunga
Oleh : Jung Hyun Jong
Oleh : Jung Hyun Jong
Saat ini aku menyesalinya
Apa yang terjadi dahulu,
Mungkin adalah harta yang berharga
Apa yang terjadi dahulu,
Mungkin adalah harta yang berharga
Seseorang di masa lalu,
Objek pada masa itu,
Mungkin adalah hartaku yang berharga
Aku seharusnya
lebih dekat denganmu,
Lebih sering bicara denganmu
Aku semestinya lebih mendengarkanmu,
Lebih dalam mencintaimu
Lebih sering bicara denganmu
Aku semestinya lebih mendengarkanmu,
Lebih dalam mencintaimu
Aku bertanya-tanya,
Apakah melepaskanmu pergi,
Karena lelah mendengarkanmu?
Seolah aku tengah kehilangan pikiran
Aku seharusnya
lebih menghargai masa itu
Setiap momen bagaikan kuncup bunga
Kuncup bunga yang mekar,
Ketika aku bersemangat
Setiap momen bagaikan kuncup bunga
Kuncup bunga yang mekar,
Ketika aku bersemangat
EPS 3
Pertemuan Pertama
Oleh : Ha Guem Joo
Oleh : Ha Guem Joo
Aku sangat
berterima kasih kepadamu,
Yang memperlakukanku bagaikan sekuntum bunga
Yang memperlakukanku bagaikan sekuntum bunga
Saat kehidupan begitu berat
Aku melalui
banyak hal,
Dan tak pernah mendapatkan perhatian pada perjalanan ini
Dan tak pernah mendapatkan perhatian pada perjalanan ini
Melalui pertemuan denganmu,
Aku menemukan diriku yang baru
Aku sangat
berterima kasih kepadamu,
Yang memperlakukanku bagaikan sekuntum bunga,
Saat kehidupan begitu berat
Yang memperlakukanku bagaikan sekuntum bunga,
Saat kehidupan begitu berat
Aku Menyukaimu
Oleh : Kim Yong Taek
Oleh : Kim Yong Taek
Suatu hari di
musim semi,
Aku melihat cintamu
Menerangi halaman belakangku dengan kebahagiaan
Yang sebelumnya gelap di bawah bayangan
Aku melihat cintamu
Menerangi halaman belakangku dengan kebahagiaan
Yang sebelumnya gelap di bawah bayangan
Kau yang
memanggilku,
Keluar dari kegelapan dengan cintamu
Dengan cahaya terang,
Yang hanya dapat muncul dari kegelapan
Keluar dari kegelapan dengan cintamu
Dengan cahaya terang,
Yang hanya dapat muncul dari kegelapan
Kau berdiri dihadapanku dan tersenyum,
Bagaikan sekuntum bunga liar
Bahkan
memikirkanmu,
Membuatku bahagia
Membuatku bahagia
EPS 4
Berdiri Dekat
Oleh : Kim Sa In
Oleh : Kim Sa In
Dia membungkuk
kembali,
Mengumpulkan koran dan kertas kardus
Celana Kerjanya menjadi longgar,
Pada tubuhnya yang semakin kurus
Mengumpulkan koran dan kertas kardus
Celana Kerjanya menjadi longgar,
Pada tubuhnya yang semakin kurus
Ketika sebuah mobil lewat,
Dia lekas berdiri dipinggir
Dengan bagian kecil yang merupakan satu-satunya,
Daging dan darahnya
Berdiri dalam
kesendirian
Bagaikan Laba-laba,
Di dinding semen yang kotor
Bagaikan Ikan Pari Tua,
Di dasar pelampung air
Bagaikan Laba-laba,
Di dinding semen yang kotor
Bagaikan Ikan Pari Tua,
Di dasar pelampung air
Berdiri bungkuk dan dekat,
Dengan dinding abu-abu
Saat mobil sudah
lewat,
Nenek itu yang bagaikan gulungan kertas,
Perlahan menegakkan kembali tubuhnya
Roda bagan itu mengikuti dibelakangnya,
Seperti domba-domba muda
Nenek itu yang bagaikan gulungan kertas,
Perlahan menegakkan kembali tubuhnya
Roda bagan itu mengikuti dibelakangnya,
Seperti domba-domba muda
Jika aku memikirkan televisi usang,
Yang mungkin menyala diruangan itu
Bila aku memikirkan Bak cuci piring, panci dan penggorengan
Dan dirinya yang akan berdiri di depan semua itu
Aku tercekat
Jika aku memikirkan lap yang tergantung di dinding
Yang mungkin telah diperasnya
Ditunggu kelanjutannya<3
No comments:
Post a Comment