KUMPULAN PUISI DARI DRAKOR A POEM A DAY ( YOU WHO FORGOT POETRY ) EPS 13-16

Mian!! Baru update sekarang T_T Banyak kesibukan yang harus aku kerjakan kemarin-kemarin. Gak nyangka ending A Poem A Day kemarin gak sesuai keinginan :(  Ternyata tetep sama Ye Seonsaengnim dan Min Ho belajar Move On :3 Langsung aja ini Puisinya, dan moga bermanfaat yaa ^^

EPS 13
Kita
Oleh : Lee Ji Hyun
Kau adalah musim semi
Dan aku adalah bunga
Itu sebabnya,
Aku bahkan tak bisa melihat bunga sakura

Aku adalah musim semi
Dan kau adalah bunga
Sebab itu,
Hanya kau yang dapat kulihat

Kita adalah ladang bunga
Dan kita adalah musim semi
Pulang ke Rumah
Oleh : Kim Yoon Ah
Dalam perjalanan pulang ke rumah
Aku meninggalkan hatiku pada matahari yang terbenam
Dan aku memikirkan segala hal yang telah kau lakukan
Aku merasakan kesedihan atas pikiran yang tak terhitung itu
Karena tak ada cara untuk mengetahui
Apa yang akan terjadi esok hari

Aku hanya dapat memeluk punggungmu
Dan mengatakan segalanya akan baik-baik saja
Aku merasa seolah ada lebih banyak yang dapat ku lakukan untukmu
Menimbulkan ketidaksabaranku
Aku merasa sedih atas beban beratmu,

Pada hari-hari yang panjang
Kuharap sesuatu yang baik akan terjadi esok
Karena kau layak mendapatkannya
Kuharap bebanmu akan menghilang dan kembali bahagia
Aku mendoakan hal itu dengan tulus


EPS 14

Kehidupan Bagaikan Penggunaan Rekening Bank
Oleh : Kim Si Tak
Kehidupan bagaikan penggunaan rekening bank
Bayar uang pokok, Bayar bunga
Dan jika melewati masa tenggat, Bayar bunganya

Penggunaan rekening bank dapat dibatalkan jika terasa terlalu membebani
Namun ketika hidup menjadi terlalu melelahkan,
Mungkinkah bagi kita membatalkannya di tengah jalan?

Jika kita mengkalkulasikan tahun-tahun kita hidup,
Dan mengembalikannya pada sisa usia kita
Dapatkah kita membatalkannya?

Akankah kita mendapatkan dana pembatalan?
Kehidupan,
Bagaikan sangkutan piutang dalam waktu yang panjang

Lily Magnolia
Oleh : Do Jong Hwan
Aku bahagia karena bertemu denganmu
Dan aku juga menderita karena bertemu denganmu
Ketika aku menghempaskan tubuhku ke ranjang selagi memeluk seseorang,
Yang tak lagi memiliki perasaan padaku

Aku merasa seolah kelopak bunga berjatuhan,
Di kepalaku dari atasku
Di sebuah kebun dimana lily magnolia bermekaran,
Setelah magnolia putih berguguran

Pikiran tentang lily magnolia akan kembali mekar,
Memberiku rasa sakit yang hebat
Sebagaimana aku menyaksikan pohon dan bunga-bunga terpisah secara runtun
Sulit bagiku untuk berdiri di samping pohonnya

Rasanya seperti melihat diri sendiri menjadi sosok yang keji
Aku bahagia karena bertemu denganmu
Dan aku juga menderita sekian lama karenamu

EPS 15
Perjalanan ke Seoul
Oleh : Kim Min Ki
Untuk murai yang datang setiap pagi
Dan bernyanyi sebelum kau pergi

Setelah aku pergi, kembalilah
Dan hibur orang tuaku

Siapa yang akan menjaga orang tuaku yang telah uzur
Setelah aku pergi?

Mengapa perjalananku menuju seoul begitu panjang?

Kukira Ibu Baik-baik saja Melakukannya
Oleh : Shim Soon Deok
Kukira ibu baik-baik saja melakukannya
Bahkan jika ia membanting tulang diladang pertanian

Kukira ibu baik-baik saja melakukannya
Bahkan meski ia duduk di ubin
Dan memakan semangkuk nasi dingin untuk makan siang

Kukira ibu baik-baik saja melakukannya
Bahkan meski ia mencuci dengan tangan telanjang
Dan air dingin ketika musim dingin

Kukira ibu baik-baik saja melakukannya
Aku kenyang, Aku tidak lapar
Itulah yang ia katakan meski kelaparan demi keluarganya

Kukira ibu baik-baik saja melakukannya
Bahkan meski telapak kakinya sakit
Hingga menimbulkan suara berisik dari balik selimutnya

Kukira ibu baik-baik saja melakukannya
Bahkan meski kuku jarinya begitu buruk
Hingga tak dapat lagi dibersihkan

Kukira ibu baik-baik saja melakukannya
Bahkan ketika ayah mengamuk
Dan memberontak saat kita menyusahkan dirinya

Kukira ibu baik-baik saja melakukannya
Aku merindukan nenekmu, Aku merindukan nenekmu
Kusangka, mereka mengatakannya untuk protes

Dia terbangun di tengah malam
Dan menangis dalam diam
Ketika melihat ibu seperti itu
Ah, Ibu tidak baik-baik saja melakukannya

EPS 16
Di Kuil Seonunsa
Oleh : Choi Young Mi
Pasti sulit bagi sekuntum bunga untuk mekar,
Tapi ia tetap kemudian layu dalam waktu singkat

Tanpa waktu untuk melihat dengan seksama,
Tanpa waktu untuk memikirkanmu

Ia layu dalam waktu singkat
Sama seperti saat pertama kali kau mekar dalam hatiku
Aku berharap dapat melupakanmu secepat itu

Kau tersenyum dari kejauhan
Kau pergi menuju pegunungan

Mungkin mudah bagi sekuntum bunga untuk layu
Namun perlu waktu selamanya untuk melupakannya

Benar-benar selamanya
Di Yongsan
Oleh : Oh Gyu Won

Masih banyak orang-orang konvensional di dunia ini
Yang menyakini bahwa puisi mengandung kisah yang hebat

Tidak ada yang istimewa dalam puisi
Hanya mengandung kehidupan kita yang sedikit hebat
Mengandung fantasi orang-orang
Yang tidak dapat kita abaikan

Sebagaimana kebodohan kita tumbuh
Di dalam kehendak dan idealisme kita
Begitu pula dengan cinta dan kepercayaan
Demikian juga moral dan keyakinanku atas mereka

Mereka tidak yakin sejauh keyakinan mereka
Dan pada rerumputan yang indah
Gulma pun tumbuh
Seperti apa ketidakyakinan dan cinta itu?

Tidak ada yang istimewa dalam puisi
Hanya mengandung kehidupan kita yang masih berlanjut
Dan kehidupan kita yang masih berlanjut

Berhadapan dengan kita sepanjang waktu
Pada jalan yang menjadikannya sedikit hebat
Kau mungkin tidak ingin mempercayainya
Tetapi memang tidaklah sehebat itu

Puisi : Tulis Puisi Tentang Kehidupan Kita yang Tidak Hebat
Oleh : Jung Jae Chan ( Listening To You )

No comments:

Post a Comment

Warna-Warni Bunga di The Blooms Garden

Hello semua, selama quarantine ini, (aseekk) aku bosen dan bingung harus ngapain. Untuk isi waktu luang, aku mau sharing pengalaman aku perg...